sejarah candi kalasan

Sejarah Candi Kalasan dan Bersatunya 2 Dinasti Di Indonesia

Posted on

Sejarah Candi Kalasan – Dikenal sebagai sebagian orang dengan nama lain Candi Kalibening. Candi ini berada di desa kecil dipinggiran kota Yogyakarta, yang bernama Desa Kalibening, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta ( DIY ).

Lokasi Candi ini yang berjarak 15 km dari Kota Yogyakarta membuat Candi mungil ini masuk dalam obyek wisata yang banyak dikunjungi oleh sebagian wisatawan. Selain letaknya yang tidak jauh dari Candi Prambanan, membuat wisatawan juga mampir ke Candi ini.

Letaknya pun juga terjangkau, bisa ditempuh menggunakan kendaraan sekitar 15-30 menit dari kota Yogyakarta, dan sekitar 5-10 menit dari Candi Prambanan.

Sejarah Candi Kalasan

Candi Kalasan berawal dari sebuah peninggalan prasasti yang bernama Prasasti Kalasan, berbahasa Sanskerta ditemukan tidak jauh dari lokasi Candi. Prasasti ini ditulis menggunakan huruf Pranagari, dan berangka pada tahun 778 Masehi. Prasasti juga disebutkan mengenai sebuah pembangunan tempat suci untuk menghormati Dewa Tara, dan sebuah Vihara bagi para pendeta Buddha. Pembangunan ini juga disebutkan berlangsung pada masa pemerintahan Maharaja Teja Purnapana Panangkaran atau disebut juga sebagai Rakai Panangkaran yang berasal dari Candi Syailendra.

Seorang ahli sejarah yang berasal dari Belanda Van Rumond mengadakan sebuah penelitan pada tahun 1928, dia mengungkapkan sebuah fakta mengenai Candi Kalasan, bahwa sebenarnya jauh sebelum Candi ini dibangun sudah dibangun juga bangunan lain disekitar Candi ini, bangunan itu diperkirakan bangunan Suci Vihara.

Bangunan Suci yang diperkirakan Vihara itu diyakini dibangun ditempat yang sama, dan berdasarkan penelitian bentuk Candi juga disimpulkan bahwa Vihara ini mempunyai ukuran sekitar 45 x 45 meter, disimpulkan juga bahwa diperkirakan candi ini mengalami 3x perbaikan.

Berdasarkan bukti sejarah, disimpulkan bahwa keberadaan Candi Kalasan ini juga merupakan tanda Kerajaan Sriwijaya yang menguasai pulau sumatra yang diperkirakan memperluas Kerajaan dipulau Jawa. Kemudian Rakai Panangkaran diketahui menjada Raja Kerajaan Mataram Hindu yang kedua.

Bersatunya 2 Dinasti Terbesar Di Indonesia

Pada sekitar tahun 750 – 850 Masehi ada 2 Dinasti Tebesar yang menguasai Jawa Tengah. Dibagian Utara dikuasai Dinasti Wangsa Sanjaya yang beragama Hindu, dan wilayah Selatan dikuasai oleh Dinasti Syailendra yang beragama Budda. Kekuatan kedua Candi tersebut telah membuat Candi-Candi yang berada dikedua Candi tersebut memiliki 2 corak yang berbeda.

Dan pada akhirnya 2 Dinasti besar di Indonesi itu disatukan dengan sebuah pernikahan antara Rakai Pikatan dari Dinasti Wangsa Sanjaya dan Pramodawardhani yang merupakan anak dari Maharaja Samarattungga dari Wangsa Syailendra. Pernikahan itu terjadi sekitar tahun 838 – 851 Masehi.

Arsitektur Candi Kalasan

Candi Kalasan merupakan Candi yang memiliki persegi panjang dengan ukuran sekitar 34 x 45 meter, dengan alas dibawahnya memiliki bentuk bujur sangkar yang berukuran 45 x 45 meter dengan ketinggian 20 meter dar permukaan tanah, maka Candi ini diperkirakan memiliki ketinggian sekitar 34 meter.

Walau bangunan ini memiliki 4 buah pintu dan 2 buah tangga, tetapi hanya pintu Timur yang dapat dimasuki kedalam Candi. Bentuk Badan Candi bujur sangkar dengan banyak lekukan didalamnya yang pada mulanya berisi berbagai Arca, namun banyak Arca tersebut sebagian telah hilang dan rusak.  Sedangkan didalam Candi terdapat sebuah ruangan yang berisi semacam alas dari batu yang sebelumnya diyakini adalah tempat untuk meletakan Patung Dewi Tara.

Patung Dewi Tara sendiri sudah tidak berada ditempatnya, yang diperkirakan patung ini berbentuk berupa sebuah patung dari Perunggu dengan tinggi sekitar 6meter. Dengan atap Candi yang berbentuk persegi delapan dan dihiasi  dengan patung Buddha dengan Stupa – Stupa kecil dengan tinggi sekitar 4,6 meter sebanyak 52 buah.

Uniknya Candi Kalasan

Suatu hal yang cukup unik yang dapat ditemukan dari Candi Kalasan ini yaitu Vajraleva atau Bajralepa, semacam lapisan plester yang melapisi bagian luar Candi terutama pada reliefnya. Bajralepa ini sangat jarang untuk ditemui disekitaran Candi lainnya di Indonesia. Akan tetapi Bajralepa ini dapat ditemui disebuah Candi yang berada tak jauh dari Candi Kalasan, yaitu Candi Sari.

Kedua Candi ini hampir memiliki kemiripan Arsitektur, hal menarik Bajralepa lainnya adalah Candi ini memiliki relief yang dipahat sangat halus sekali, reliefnya berupa, relung, ceruk, sulur – sulur, stupa, dan pahatan arca – arca manusia kerdil yang disebut dengan Gana.

Walaupun banyak potongan batu yang sudah melalui proses pemugaran dan penataan ualng seperti yang ada pada candi borobudur, tapi ternyata banyak bagian Candi yang sudah hilang, dan masih banyak lagi bagian Candi yang diletakkan begitu saja, dan tidak sesuai dengan posisinya sedia kala. Namun terlepas dari itu Candi Kalasan merupakan situs sejarah yang sangat indah dan banyak dikunjungi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *