Candi Prambanan

Sejarah Candi Prambanan, Pendiri, dan Menurut Legenda

Posted on

Sejarah Candi Prambanan – Tahukah anda siapa pertama kali yang membangun Candi Prambanan? Menurut sejarah sendiri Candi Prambanan dibangun pada masa pemerintahan Sri Maharaja Rakai Pikatan. Hal ini terungkap karena adanya penemuan Prasati Sriwargha berangka pada tahun 856 Masehi yang ditulis sendiri oleh Rakai Pikatan.

Para ahli Sejarah Arkeologi juga sepakat untuk mengaitkan Prasasti Sriwarga dengan Sejarah Candi Prambanan. Dikarenakan pada salah satu artikel diuraikan secara rinci tentang suatu gugusan Candi yang bernama Sriwargha. Seorang yang bernama De Casparis berhasil membaca tulisan Prasasti Sriwarga yang dibagi menjadi dua bagian, antara lain bagian yang berkaitan dengan pendiri bangunan suci dan dan bagian yang berhubungan dengan peresmian.

Pada bagian pertama juga disebutkan bahwa pada hari kamis Wage tanggal 11 bulan november tahun 856 Masehi, bangunan kuil sudah selesai dibangun dan juga diresmikannya patung dewanya. Setelah kuil Siwalaya selesai dibangun dengan kemegahan dan juga menakjubkan, dialiri aliran sungai sehingga airnya mengaliri sisi-sisi halaman Candi. Selain itu juga diresmikannya Sawah Dharma bagi kuil Siwa.

Prasasti Kedu (Prasati Matiasih) dan Prasasti Sriwarga pada tahun 907 Masehi, berisikan daftar lengkap raja-raja Dinasti Sanjaya. Dari Prasati tersebut juga diketahui bahwa yang memerintahakan pembangunan Candi Prambanan adalah Sri Maharaja Rakai Pikatan.

Sebelumnya kami juga membahas tentang Sejarah Candi Borobudur, maka dikesempatan kali ini kami akan memberikan penjelasan sedikit tentang Candi Prambanan. Untuk Sejarah Candi Borobudur bisa baca disini

Sejarah Candi Prambanan Dan Dinasti Wangsa Sanjaya Sebagai Pendiri

Kalau Candi Borobudur didirikan oleh  Wangsa Syailendra, maka menurut ahli sejarah Candi Prambanan dibangun oleh Dinasti Wangsa Sanjaya, sebuah dinasti yang kemunculannya diduga mengakhiri masa kejayaan Dinasti Wangsa Syailendra. Berdasarkan pada sejarah Candi Prambanan sendiri, tokoh yang berjasa dalam berdirinya candi ini adalah Rakai Pikatan yang juga merupakan menantu anak dari Raja Samaratungga dari Dinasti Wangsa Syailendra.

Didalam sejarah Candi Prambanan istilah Wangsa Sanjaya pertama kali dikenal oleh seorah sejarahwan yaitu Dr. Bosch didalam karangannya yang berjudul “Sriwijaya, de Syailendrawamsa  en de Sanjayawamsa (1952)”. Didalam karangannya itu, Dr. Bosch menyebutkan adanya dua dinasti yang berkuasa di Kerajaan Medang, yaitu dinasti Wangsa Syailendra dan dinasti Wangsa Sanjaya, Wangsa Sanjaya juga merujuk pada nama pendiri Kerajaan Medang, yaitu Wangsa Sanjaya yang masa pemerintahannya sekitar tahun 732.

 Berbeda sedikit tentang Dinasti Syailendra yang menganut agama Buddha Mahaya, sedangkan Dinasti Wangsa Sanjaya menganut agama Hindu aliran Siwa, yang berkiblat menghadap ke kunjara di sebuah daerah yang berada di India. Ibu Sanjaya yang bernama Sanaha termasuk cucu dari Ratu Shima dari kerajaan Kalingga di Jepara, sementara ayah Sanjaya yang bernama Senna atau  Bratasenawa ini yang tidak lain adalah putra dari Raja Mandiminak, raja galuh dari tahun 702-709 Masehi.

Dinasti Wangsa Sanjaya sendiri membangun tali kekeluargaan dengan Wangsa Syailendra melalui hubungan pernikanan antara putri Raja Samaratungga (penguasa Dinasti Wangsa Syailendra) dengan Rakai Pikatan salah satu orang keturunan Sanjaya pada tahun 840 Masehi.

Sejarah Candi Prambanan sendiri dimulai dari keinginan Raja Pikatan untuk menunjukan pengaruhnya, dan sehingga Raja Pikatan dan Balitung yang menganut ajaran agama Hindu mendirikan Candi Prambanan pada tahun 850 Masehi. Didalam Prasasti Wantil dan Prasati Siwagreha disebutkan tentang berdirinya Mamratipura dan juga sebuah bangunan suci Siwagreha.

Sekarang dapat kita ketahui bahwa Candi Prambanan merupakan kompleks Candi Hindu terbesar di Asia Tenggara, namun kejayaan Hindu bersama didirikannya bangunan Candi Prambanan tidak berlangsung lama. Sebabnya menurut sejarah Candi Prambanan sudah tidak berfungsi lagi sejak tahun 928. Hal ini karena adanya perpindahan istana Kerajaan Mataram dari Jawa Tengah ke Jawa Timur, alasan perpindahan ini karena akibar adanya letusan Gunung Merapi dan mendapat serangan dari Sriwijaya.

Sejarah Candi Prambanan Menurut Legenda

Menurut cerita legenda yang beredar di masyarakat, sejarah Candi Prambanan dibangun oleh Bandung Bondowoso untuk sebagai syarat lamaran yang diajukan oleh Roro Jonggrang. Pada jaman dahulu di Jawa Tengah terdapat dua Kerajaan yang letaknya saling berdekatan, yaitu Kerajaan Pengging dan Kerajaan Baka.

Kerajaan Pengging adalan Kerajaan yang paling subur dan makmur yang dipimpin oleh Prabu Damar Maya, seorang Raja yang bijaksana. Dan Prabu Damar Maya memiliki putra yang bernama Raden Bandung Bondowoso, yang memiliki kekuatan sakti dan gagah perkasa.

Sedangkan Kerajaan Baka yang dipimpin oleh Raja Baka, seorang yang dikenal kejam, jahat, dan pemangsa manusia. Dalam memimpin kerajaannya, Prabu Baka dibantu oleh seorang Patih yang bernama Gupala yang tidak lain seorang Raksasa, Prabu Baka juga mempunyai putri yang cantik. Putri tersebut bernama Roro Jonggrang. Untuk memiliki kerajaan yang luas, Raja Baka berniat untuk merebut Kerajaan Pengging.

Prabu Baka dan pasukannya berangkat Sejarah Singkat Candi PrambananKerajaan Pengging, pertempuran dua kerajaan tersebut berlangsung hebat. Untuk dapat mengalahkan pasukan Raja Baka, maka Prabu Damar Maya mengirim putranya yang bernama Bandung Bondowoso ke medan perang untuk melawan pasukan dari Kerajaan Prabu Baka.

Diceritakan pula bahwa pertempuran itu berlangsung lama, namun berkat kesaktian Bandung Bondowoso, akhirnya pasukan Prabu Baka dapat dikalahkan dan dibunuh. Mendengar Raja Baka tewas, Patih Gupala dan pasukan melarikan diri dan kembali Kekerajaan Baka. Mendengar Patih Gupala kabur Bandung Bodowoso pun langsung lari mengejarnya, dan pada saat itulah Bandung Bondowoso melihat Roro Jonggrang yang Cantik dan ia pum menyukainya.

Baca juga: Sejarah Candi Kalasan

Lalu tidak lama kemudian, Bandung Bondowoso melamar Roro Jonggrang untuk menjadi istrinya, Roro Jonggrang pun mengajukan beberapa syarat yang sangat mustahil kepada Bandung Bondowoso, syaratnya ia diminta untuk membuatkan sumur yang dinamakan sumur Jalatunda.

Untuk syarat kedua ia meminta kepada Bandung Bondowoso untuk dibuatkan seribu Candi yang harus selesai dalam waktu semalam. Dengan kekuatan dan kesaktian yang dia punya, Bandung Bondowoso pun dapat menyelesaikan 999 Candi, mendengar kabar tersebut Roro Jonggrang berniat menggagalkan dengan membangunkan para dayang-dayang dan perempuan desa untuk diajak menumbuk padi dan juga membakar jerami dibagian timur,

Setelah Mengetahui itu hanya akal-akalan Roro Jonggrang, Bandung Bondowoso terlihat marah dan murka seketika, sehingga dia mengutuk Roro Jonggrang menjadi batu dan menjadi arca sebagai Candi terakhir.

Cukup demikianlah cerita singkat tentang Candi Prambanan berdasarkan cerita yang beredar di masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *